Proposal Daisakusen

March 29, 2010 at 9:43 am 2 comments

“seneng nonton dorama, mas ?”

“nggak, gw dikasih sama temen, bener…”

==============================================================================

beberapa waktu yang lalu gw nonton sebuah dorama Jepang yang judulnya Proposal Daisakusen. sebenernya gw pengen nonton dorama ini karena gak sengaja nemu di sebuah forum yang lagi ngebahas daftar dorama paling romantis yang pernah ditonton oleh anggota forum itu.

dan hampir semuanya nyebut Proposal Daisakusen dalam daftarnya.

gw agak tertarik juga dan memutuskan untuk mencari keberadaan dorama ini, dan berkat bandwith milik seorang teman *evil grin* akhirnya gw dapet downlodan dorama ini.

oh iya, sebelum membaca terlalu jauh, postingan ini bukan review atau sinopsis, tapi menceritakan dorama tersebut dengan sudut pandang gw. jadi kalo ternyata jadi spoiler, ya maaf…

:D

========================================================================

apakah anda percaya pada kesempatan kedua? atau mungkin mengharapkan mendapat kesempatan kedua?

beberapa kali gw pernah berharap gw bisa mendapatkan kesempatan kedua *sigh*

adalah seorang pemuda bernama Ken Iwase yang menyesal karena tidak pernah bisa mengungkapkan perasaannya pada seorang pemudi yang dicintainya Rei Yoshida, yang dikenalnya bahkan sejak SD.

Ken tidak pernah mengungkapkan perasaannya karena ia pikir ia bisa mengungkapkannya kapan saja. ia menunggu suatu saat dimana nantinya ia bisa menyatakan cintanya. ia merasa yakin bahwa Rei tidak akan kemana-mana. dan tentu saja ia salah. pada akhirnya Rei menikah dengan seorang lelaki yang dahulu adalah seorang guru magang di sekolah mereka ketika mereka SMU, Tada Tetsuya.

kisah dimulai ketika Ken menyadari penyesalannya ketika ia menghadiri upacara pernikahan Rei dan Tada. apalagi ketika ditayangkan slide foto kenangan kedua mempelai. Ken sadar bahwa ia sebebenarnya sangat dekat dengan Rei. ia tahu bahwa ia bisa saja menikah dengan Rei. hanya saja ia tidak tahu kenapa akhirnya Rei menikah dengan Tada. ia mulai berharap dalam hati seandainya saja ia bisa kembali ke masa lalu dan mengubah sejarah.

benar-benar menginginkan, malah.

dan tiba-tiba keajaiban terjadi. seorang peri – mungkin sebenernya lebih tepat kalo dibilang kurcaci – muncul dan menawarkan ‘kesempatan kedua’. sang peri mengatakan ia bisa mengirimkan Ken ke masa lalu, untuk mengubah masa lalunya — masa lalu Ken, bukan masa lalu si Peri tentunya — dan nantinya akan mengubah apa yang tampak dalam slide foto kenangan Rei.

dan, ya cerita bergulir bagaimana Ken berjuang mengubah masa lalunya, dengan harapan ia akan menikah dengan Rei di masa depan (masa kini). betul, setiap kali ia kembali ke masa lalu, ia berhasil mengubah masa lalunya, dan semua tampak dalam foto-foto di slide. tapi hal yang tak pernah berubah adalah, setiap ia kembali ke masa kini ia tetap berada di pesta pernikahan Rei dan Tada, tetap sebagai tamu. bahkan hingga saat-saat terakhir — means, foto-foto yang dibuat paling dekat dengan acara pernikahan– ia tetap tak habis pikir, dengan segala usaha yang dilakukannya, dengan keberanian yang bahkan dulu tak pernah bisa dimunculkannya, masa depan (masa kini) tetap tak berubah.

hingga akhirnya ia memutuskan, kalau ia tak bisa mengubah masa lalu, kenapa ia tidak mengubah masa kini?

dan…

berhasilkah ia mengubah keadaan? atau malah ia menyerah? atau…. ehm… berhasil, tapi menyakitkan? ;)

akh, tinggalkan saja itu untuk anda saksikan sendiri, dan cari tahu sendiri…

=============================================================================

ask, and it shall be given

see, and you shall find

knock, and it shall be opened to you

=============================================================================

oke, sekarang saatnya bahasan dari gw.

komen pertama begitu gw udah mulai menemukan feeling dari dorama ini adalah : Ken, kamu itu payah sekali….

tinggal ngomong aja kok susah. kalo gw yang jadi Ken, udah gw bilangin ke Rei sejak SMU (ah..masa’ ? emang berani? ngadepin cewek aja keringetnya banjir…hihihi). malah gw jadi kesel sama Ken. gosh, kamu punya perasaan, kamu merasa, tinggal bilang. ya, mungkin perlu waktu, tapi jangka waktu dari jaman SMP sampe kuliah itu jangka waktu yang lama, apalagi ternyata kalian berdua itu selalu sama-sama. kok bisa sih sampe gak terucap??

ya, gw kesel. apalagi ketika akhirnya justru Tada yang tadinya kayak orang pemalu, ternyata lebih berani untuk ngomong kalo dia suka sama Rei. tepat sebelum Ken mengungkapkan isi hatinya.

juga ketika Ken tidak berusaha mencegah Rei pergi ke restoran tempat ia — Rei — akan bertemu dengan Tada dan menjawab lamaran — ya, pernikahan — Tada. Ken hanya bisa memeluk Rei, mengatakan bahwa ia menyukai Rei, tapi tentu saja itu sudah terlambat. Rei kemudian melepaskan dekapan Ken, dan pergi. mengatakan bahwa Ken tidak cukup mengenal dirinya walaupun mereka sudah bersama sejak kecil (akhirnya gw mengerti apa maksudnya kata-kata Rei itu. Ken pernah janji untuk menjaga Rei seumur hidupnya. mungkin kalo saat itu ken bilang gitu, bisa jadi Rei luluh). Rei pergi, dan Ken tidak berusaha mencegahnya. kurang ngotot kowe, le :D

cuih, berani-beraninya ngomong kurang ngotot. lha lo sendiri ngaca donk… liat kalo lo itu persis sama Ken…

PLAKK !!!!

hehe..maaf pembaca, itu tadi suara hati kecil yang suka nongol sembarangan…

jangan pedulikan dia…

okeee….lanjut…

tapi akhirnya, setelah gw selesai nonton, kekesalan gw ternyata pindah ke Rei.

ya ampuu…uuunnn…. tega benerrr…..

di akhir cerita, Rei menyalahkan dirinya yang terlalu takut untuk menganggap bahwa Ken suka padanya. dalam hatinya ia juga menyukai Ken. tapi ia selalu membohongi dirinya sendiri bahwa ia suka sama Ken.

itulah yang gw gak suka.

c’mon.

kalo emang (cewek) suka, kenapa sih gak ‘bilang’ aja ?? okelah, kalo dibilang “masa cewek yang bilang, ntar dikira cewek apaan”. ya at least kasih lah tanda-tanda. apalagi cowoknya udah jelas-jelas berusaha. kan udah keliatan banget tuh kalo Ken jelas-jelas punya perasaan sama Rei. udah pake first kiss segala (#-_-#)

jiah.

hey, you are from Mars and They are from Venus !!!

hmm…right. bener juga. susah mengerti jalan pikiran kaum wanita. (tertawa jumawa)

hihihi….

back then…

secara keseluruhan gw cukup suka sama dorama ini. ide cerita tentang mengubah sejarah dengan cara kembali ke masa lalu mungkin bukanlah sebuah ide yang baru. tapi ide ceita itu bisa tertutupi dengan alur cerita yang memikat — dalam kasus gw, menyentuh hati — gimana emosi gw bisa dipermainkan oleh cerita ini.

psstt..katanya dorama ini dapet penghargaan terbaik di Jepang untuk cerita, pemeran utama pria, dan pemeran utama wanita pada tahun 2007, lho…

masa? wow…keren.. terimakasih infonya, suara hati kecil…

sama-sama, senang bisa membantu…

ada pelajaran yang gw ambil dari dorama ini, kalo lo punya perasaan, sudahlah, ungkapkan saja. jangan nunggu-nunggu. kalo nanti diembat orang lain gimana? sakit kan? Ingat kata kakeknya Rei pada Ken “hanya orang bodoh yang mengira masih ada hari esok”. (itu episode favorit gw, tuh)

ungkapkan saja, siapa tau ternyata dia pun memendam rasa yang sama, yang hanya bisa keluar ketika kau membukanya. siapa tau engkau lah kunci hatinya…

jiah…sok bijak kowe le…le…

*geli* berani ?

ehm..

juga soal kesempatan kedua yang sempet gw singgung tadi.

mungkin kita memang percaya soal kesempatan kedua. tapi ketika kesempatan kedua itu tak kunjung datang, mengapa tidak kita sendiri yang menciptakan kesempatan kedua itu?

bisa jadi, masa kini adalah kesempatan kedua kita. pertanyaannya, sadarkah kita kalo kesempatan kedua itu ada?

ya kira-kira gitu deh film ini buat gw.

memang sih bentuknya episode, 11 episode. tapi it worth to see.

ya kecuali anda bukan penggemar dorama, apalagi yang romantis.

:D

===========================================================================

“seneng nonton dorama, mas ?”

“nggak, gw dikasih sama temen, bener…”

Advertisement

Entry filed under: ripyu. Tags: , , .

Masa Lalu & Masa LahLu kenapa ?

2 Comments Add your own

  • 1. noitakarai  |  March 30, 2010 at 11:25 am

    well …. saia sudah punya ini dorama but blom saia tonton, but menurut saia everybody deserved to a second chance, yah beruntung banget si ken itu tapi apa mau dikata juga manusia bisa berusaha but yang diatas (Kami_sama) juga finally yang menentukan

    thanks buat reviewnya yang balikin semangat saia lagi buat nonton ni

    Reply
    • 2. saintpooney  |  March 30, 2010 at 4:52 pm

      @Noi : thanks komennya….
      selamat menonton, semoga memuaskan…
      o iya, soundtracknya keren, lho… :D

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Recent Posts


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.